Make It Until You Made It

Okay, another thing I disapprove is on “fake it ’til you make it.”

Meniru memang cara paling gampang untuk memulai sesuatu. Kalau kau punya ide kreatif tapi masih bingung mau memulai dari mana, cari aja role model dengan ide serupa yang sudah terbukti sukses, kemudian tiru dan modifikasi sesuai gayamu.

Punya ide jualan kebab, tiru Kebab Baba Rafi. Mau sukses jualan jilbab, tiru gaya-gaya jilbab di koleksi Zoya. Mau punya startup, banyak contoh bahkan cara-cara mendirikannya di google. Mau sukses jadi artis, tiru orang-orang kurang kerjaan yang suka cari sensasi. Fake it ’til you make it terbukti membantu aspiring apapun untuk mengeksekusi ide-idenya kalau mereka nggak tahu harus mulai darimana.

LANJUT ?

Another Secret of Happiness

No bullshit! Only one question. What makes you happy?

Yang bisa membuatku bahagia, mungkin satu-satunya yang bisa membuatku bahagia adalah perubahan. Aku gampang bosan. Buatku, stagnan itu hanya masuk akal kalau aku sudah mati.

Aku nggak bahagia di kantorku. Kenapa? Karena nggak ada perubahan dan perkembangan signifikan selama 6 tahun aku bekerja. Gaji naik, pekerjaan sedikit lebih banyak dari sebelumnya, tapi nggak ada tantangan yang bisa membuat aku semangat untuk belajar.

LANJUT ?

Passion?

What drives you? What is your dream? What so special about it?

Are you willing to struggle for it? How far will you go?

Ngomongin tentang passion nggak segampang ngomongin cita-cita. Ini karena cita-cita memang jauh lebih sederhana dari passion. Cita-cita bisa berubah, dari presiden, ke astronot, ke dokter, ke tentara, dan berakhir jadi karyawan swasta.

Passion juga nggak sesederhana hobby. Hobby bisa sampai ke titik jenuh, bosan dan berganti. Hobby dipengaruhi banyak hal, mulai dari umur, waktu, biaya, dan orang-orang yang kita temui di komunitas penggiat hobby yang sama.

LANJUT ?

Original < Copy

Go to my Youtube channel, then go to trending page. Now go to any of your favorite Youtuber’s channel, then back to trending page.

Bisa lihat dimana masalahnya? Hampir setiap hari, 9 dari 10 video di trending page adalah konten dari “pengepul.” Channel Youtube yang merekam berita, talk show, sitkom, atau tayangan TV lain, kemudian di upload ulang. Satu-satunya effort mereka hanya untuk mendaftarkan akun Youtube baru, waktu untuk merekam, dan kuota internet. Malah sebagian konten adalah hasil re-upload dari channel lain.

LANJUT ?

Kenapa Benci?

“Nggak tau kenapa, tapi aku benci sekali sama …”

Ini contoh pembohongan publik, karena selalu ada alasan untuk membenci. Bisa jadi lebih banyak daripada alasan ke Hoka-Hoka Bento. Ada satu tulisanku di Quora, yang menjawab kenapa kita bisa membenci seseorang tanpa alasan.

Mengatakan kebencian bisa muncul tanpa alasan itu sama aja dengan mengatakan asap bisa muncul tanpa ada api. Entah sadar atau nggak, alasan untuk membenci itu bisa direkayasa, mulai yang realistis karena merasa nggak puas, alasan yang agak mengambang, bahkan unreal.

LANJUT ?