Original < Copy

Go to my Youtube channel, then go to trending page. Now go to any of your favorite Youtuber’s channel, then back to trending page.

Bisa lihat dimana masalahnya? Hampir setiap hari, 9 dari 10 video di trending page adalah konten dari “pengepul.” Channel Youtube yang merekam berita, talk show, sitkom, atau tayangan TV lain, kemudian di upload ulang. Satu-satunya effort mereka hanya untuk mendaftarkan akun Youtube baru, waktu untuk merekam, dan kuota internet. Malah sebagian konten adalah hasil re-upload dari channel lain.

Sedangkan akun youtube yang memang niat untuk bikin video jarang kelihatan. Kalah sama berita hoax dan konten hasil ngepul.

Aku bukan orang yang rajin membuat video. Aku juga nggak hidup dari adsense dan konten promosi di youtube. Tapi aku tahu seberapa besar usaha untuk merencanakan, membuat naskah, merekam, mengedit, mengupload, dan mengomel karena internet lambat, hanya demi satu video yang belum tentu ditonton orang.

Aku berani bertaruh, para “pengepul” ini mengharapkan penghasilan yang lumayan dari Youtube. Tapi cara yang mereka buat itu nggak adil untuk sebagian besar orang yang tujuan utamanya untuk berkarya.

Vlog, walaupun kelihatannya gampang tetap butuh usaha untuk jalan-jalan sambil bawa kamera. Ngomong sendirian sambil dilihatin orang, dianggap orang gila, semua perlu usaha.

Belum lagi setelah videonya selesai, harus di edit, harus dikasih music, harus di kasih “gaya.” Effortnya bisa berkali-kali lipat dari sekedar rekam, dan re-upload.

Tapi kenyataannya, karya original model begitu justru kalah pamor. Miris.

Disclaimer: kasus ini objective untuk trending di content location: Indonesia.