Rumah Baru, Ma Nu Life

Selamat pagi, selamat hari Selasa, selamat tanggal 18 Juli 2017.

Asuransi Manulife nggak ada hubungannya sama sekali dengan tulisan ini, biarpun memang kalau rumah modal kredit wajib pakai asuransi. Aku cuma baru ngeh kalau manulife itu pengucapannya mirip My New Life.

Oke, minggu lalu akhirnya kami pindah rumah. Dan seperti dugaanku, banyak yang protes kenapa kami milih Depok. Dan karena itu bukan urusan mereka, kami pakai alasan-alasan diplomatis biar nggak panjang.

Rumah di Depok, kerja di Jakarta (Sudirman) itu nggak gampang. Akses transportasinya terbatas, apalagi kondisi istri lagi hamil muda. Contohnya kemaren, udah sampai stasiun kereta tiba-tiba dia mual dan karena terlalu lemas, terpaksa cuti sakit.

Dan hari ini, akhirnya bisa nyobain jadi Anker (anak kereta). Setelah bangun jam 5 pagi, mandi, sarapan -kebiasaan yang cuma terjadi kalau mau terbang pagi – sampailah di stasiun untuk ngejar kereta sebelum jam 7.

Ini luar biasa, karena biasanya selama 7 tahun di Jakarta, kita berangkat ke kantor itu paling cepat jam 8.30, itupun kalau ada meeting.

Kondisi di kereta udahlah nggak usah dijelaskan. Terlalu discouraging. Orang-orang yang tetap berusaha nyaman jadi Anker itu pasti punya alasan yang cukup kuat.

Skip, selama di kereta, istri memang dapat kursi. Orang-orang cukup baik untuk ikhlas berdiri demi ibu hamil. Cuma, istriku yang sebiji ini sepanjang perjalanan mual-mual. Aku salut dia bisa nahan muntah selama hampir satu jam sampai mukanya itu keringatan. Untung sekarang semua KRL punya AC, jadi masih lumayan dingin biarpun di dalam udah kayak pepes.

Belum tamat sampai disitu, karena setelah sampai Sudirman kita masih harus jalan kurang lebih 10 menit untuk sampai ke kantor. Dan, untukku ada tambahan 10 menit naik metro/kopaja.

Update: Hari ini nyobain naik motor. Rupanya lebih parah daripada berdiri di kereta. Jadi momotoran nggak bisa jadi solusi selama masih berkendara bareng bumil. Mobil mungkin?

Anyway, tipikal orang Indonesia, semua hal ada hikmahnya. Jadi tinggal jauh dari Jakarta itu hikmahnya bisa bangun pagi, lebih segar karena bisa olahraga naik-turun tangga rumah 10 kali, dan bisa lihat sunrise biarpun cuma segini.


*hiraukan penampakan perempuan kecil itu*