Life Wasted

Life Wasted

Kalau tiba-tiba ada orang asing muncul di depanku, dan ngomong, “hidupmu sia-sia,” ada fifty-fifty chance orang itu gila, atau orang itu benar.

Jujur, beberapa tahun belakangan ini aku merasa nggak bisa menghasilkan apa-apa. Ya, tanpa mengurangi rasa syukur, aku bisa lanjutin kuliah dengan biaya sendiri, nikah dan punya rumah hasil patungan sama istri, dan masih bisa sedikit membantu orangtua dan adik-adik urusan dana ini dan itu.

Tapi untuk urusan karir, aku merasa jalan di tempat. Well, ada beberapa bisnis yang pernah kucoba dan gagal, tapi aku nggak merasa ada pengalaman berharga yang bisa kupelajari dari kejadian itu, justru aku makin nggak berani mencoba hal baru karena takut gagal.
« Klik untuk terus membaca

Kamu Agamanya Apa?

Kamu Agamanya Apa?

Pertanyaan ini cuma pantas dipakai untuk KTP dan formulir resmi. Selain itu, pertanyaan ini konyol.

Masa depan nggak ditentukan dengan agamamu. Minimal selama kau masih hidup. Ini hanya urusan keteraturan, dan ritual untuk menyembah Tuhan masing-masing selama masih hidup.

Masa depan juga nggak peduli latar belakangmu seperti apa.

Masa depan nggak peduli kau lahir cacat atau bahkan nggak punya tangan dan kaki. Masa depan nggak peduli kau lahir di keluarga yang bagaimana, orangtuamu siapa, makananmu apa, dan agamamu apa.

Masa depan itu buta.

Masa depan cuma peduli dengan waktu. Semua orang dapat waktu yang sama, 24 jam sehari, kecuali kau kebetulan tinggal di luar angkasa, bisa jadi lebih lambat atau lebih singkat.
« Klik untuk terus membaca