Freelance?

Freelance?

Kemaren pas makan gaji buta aku iseng-iseng buka blog seorang kolega yang resign setelah melahirkan anak kedua. Sempat penasaran juga, gimana ya seorang insinyur – sebutan insinyur kuanggap lebih baik daripada teknisi – yang biasanya sibuk, sekarang harus jadi ibu rumah tangga yang baik.

Ngurusin anak nggak kalah sibuk daripada kerja di kantor. Malah seringkali kerjaan di rumah justru lebih melelahkan. Di kantor ada jam makan siang yang etikanya nggak boleh diganggu dengan kerjaan. Di rumah nggak ada istilah istirahat makan siang. Pas lagi makan pun kalo anaknya pup ya harus dibersihkan, kemudian lupa cuci tangan, kemudian lanjut makan lagi.
« Klik untuk terus membaca