Bolak Balik Passion

Bolak Balik Passion

Aku pernah menulis tentang PASSION (ugh!). Pertanyaannya waktu itu adalah “hal apa yang sudah bosan kamu dengarkan?”

Sebenarnya nggak ada orang yang bosan mendengarkan obrolan tentang passion. Jutaan manusia sukses di bumi ini bergerak dari passion tentang sesuatu yang kemudian mereka “materialisasikan” menjadi satu produk atau jasa yang bisa membantu manusia lain dan rela untuk membayar harga.

Go-Jek, bergerak dari kesulitan Nadiem Makarim menemukan layanan transportasi murah, cepat, dan anti macet untuk keliling Jakarta. Waktu itu ada Ojek Pangkalan, tapi untuk kalian yang belum pernah pakai jasa ojek pangkalan, urusan negosiasi harga itu alot. Dan calon penumpang harus jalan dari rumah mereka ke pangkalan ojek untuk memakai jasa mereka.
« Klik untuk terus membaca

Life Wasted

Life Wasted

Kalau tiba-tiba ada orang asing muncul di depanku, dan ngomong, “hidupmu sia-sia,” ada fifty-fifty chance orang itu gila, atau orang itu benar.

Jujur, beberapa tahun belakangan ini aku merasa nggak bisa menghasilkan apa-apa. Ya, tanpa mengurangi rasa syukur, aku bisa lanjutin kuliah dengan biaya sendiri, nikah dan punya rumah hasil patungan sama istri, dan masih bisa sedikit membantu orangtua dan adik-adik urusan dana ini dan itu.

Tapi untuk urusan karir, aku merasa jalan di tempat. Well, ada beberapa bisnis yang pernah kucoba dan gagal, tapi aku nggak merasa ada pengalaman berharga yang bisa kupelajari dari kejadian itu, justru aku makin nggak berani mencoba hal baru karena takut gagal.
« Klik untuk terus membaca

Menikmati Dengan Sederhana

Menikmati Dengan Sederhana

Einstein bilang, kalau kau belum bisa menjelaskannya dengan sederhana, artinya kau belum benar-benar memahami sesuatu.

Aku suka minum kopi.

Favoritku kopi kampung alias kopi tubruk – kopi dengan gilingan kasar yang diseduh dengan air panas dari dalam ceret – dan long black atau disebut Americano di beberapa tempat. Racikannya sederhana, dua cangkir espresso ditambah air panas atau es.

Aku punya beberapa alat seduh kopi yang dipakai cuma beberapa kali dan selebihnya disimpan jadi hiasan di lemari. Aku nggak punya mesin espresso karena terlalu mahal untuk dikoleksi.

Kadang aku juga baca hal-hal “berbau” kopi, tapi nggak sampai penasaran dan pengen coba, apalagi harus eksperimen sendiri.
« Klik untuk terus membaca

Another Secret of Happiness

Another Secret of Happiness

No bullshit! Only one question. What makes you happy?

Yang bisa membuatku bahagia, mungkin satu-satunya yang bisa membuatku bahagia adalah perubahan. Aku gampang bosan. Buatku, stagnan itu hanya masuk akal kalau aku sudah mati.

Aku nggak bahagia di kantorku. Kenapa? Karena nggak ada perubahan dan perkembangan signifikan selama 6 tahun aku bekerja. Gaji naik, pekerjaan sedikit lebih banyak dari sebelumnya, tapi nggak ada tantangan yang bisa membuat aku semangat untuk belajar.

Aku bahagia kalau bisa menyelesaikan satu episode #markombur. Kenapa? Karena walaupun video itu ditonton nggak lebih dari 100 orang, aku bisa belajar hal baru. Aku bisa belajar membuat naskah video, belajar public speaking, belajar editing, belajar bahwa cari uang dari youtube itu susah, macam-macam.
« Klik untuk terus membaca

Passion?

Passion?

What drives you? What is your dream? What so special about it?

Are you willing to struggle for it? How far will you go?

Ngomongin tentang passion nggak segampang ngomongin cita-cita. Ini karena cita-cita memang jauh lebih sederhana dari passion. Cita-cita bisa berubah, dari presiden, ke astronot, ke dokter, ke tentara, dan berakhir jadi karyawan swasta.

Passion juga nggak sesederhana hobby. Hobby bisa sampai ke titik jenuh, bosan dan berganti. Hobby dipengaruhi banyak hal, mulai dari umur, waktu, biaya, dan orang-orang yang kita temui di komunitas penggiat hobby yang sama.

Passion juga nggak bisa dihubungkan dengan pekerjaan, entah itu pekerjaan tetap atau freelance.
« Klik untuk terus membaca