Almost Due – Our Pregnancy Short Story

Almost Due – Our Pregnancy Short Story

It all start with one thing. Dari jutaan calon generasi medioker (karena yang jawaranya sudah gugur di atas tisu dan lantai kamar mandi) cuma butuh satu yang paling cepat berenang – the Phelps of all sperm.

Kami menunggu tanda-tanda kehamilannya nggak terlalu lama, cuma 6 bulan setelah menikah. Biarpun sebenarnya di bulan kedua istri udah mulai merasa “nggak fit” dan ternyata ada hamil anggur, ini gagal karena kondisi yang nggak mengizinkan.

Flashback ke announcement date. Menurut pengakuannya, istriku sebenarnya punya rencana untuk bikin announcement kayak orang-orang. Dibuat dramatis, pakai kotak kado, pakai clues atau apalah, tapi ujung-ujungnya karena nggak sanggup nahan excitementnya sendiri, dia cuma ngasih test-pack dua garis tanpa pengantar.
« Klik untuk terus membaca