Being Real

Being Real

Filler muka, tambalan silikon di dada, ekstension rambut dari bahan yang entah apa namanya, warna muka yang nggak sama dengan leher, beras plastik, garam dari pecahan kaca, perempuan jadi-jadian yang kalau pagi jadi kuli – malam jadi esmeralda, sampai mainan robot seks yang dibuat lebih cantik dari perempuan asli.

Bahkan orang yang harusnya udah mati pun bisa dihidupkan pakai jantung bionik macam si Rothschild – biarpun akhirnya mati juga.

Nothing is real anymore.

“Being real, sucks!” Kata mereka.

“Aslinya gue nggak menjual,” kata si artis A yang kerjanya bikin kontroversi biar tetap eksis.

Motivator kondang rupanya punya masalah rumah tangga yang berat.
« Klik untuk terus membaca